Syahadat sebagai rukun Islam yang
pertama, adalah fondasi bagi tegaknya rukun-rukun agama lainnya. Sudah
merupakan kewajiban setiap diri Muslim untuk senantiasa memahami bahwa
syahadat yang diucapkan harus dilandasi pengetahuan, keyakinan,
keikhlasan, pembenaran, kecintaan, penerimaan dan ketundukan. Dan
kemudian juga menghindari hal-hal yang bertentangan dengannya, seperti
kesyirikan, keingkaran dan lain sebagainya.
Lantas mengapa syahadat begitu penting dalam Islam?
1. Karena syahadat merupakan pintu masuk kedalam Islam
Seseorang dianggap telah masuk Islam
jika ia telah mengucapkan kedua kalimat syahadat, yakni mengakui
rububiyyah Allah, uluhiyah Allah, dan mengakui bahwa Muhammad adalah
rasul Allah. Tauhid Rububiyyah bermakna beri’tiqad bahwa Allah swt.
bersifat Esa, Pencipta, Pemelihara dan Tuhan seluruh alam.
Allah berfirman dalam Al Quran surat Al A'raaf ayat 172 :
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu
mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah
Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami
menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat
kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS 7:172)
Setelah seseorang meyakini bahwa
Allah adalah Esa, maka selanjutnya ia juga harus meyakini bahwa hanya
kepada Allah saja kita harus menyembah. Tauhid uluhiyah bermakna bahwa
tiada sembahan yang sentiasa harus dipatuhi kecuali Allah swt. Tidak
sempurna keimanan seseorang, jika ia tidak mengiringi tauhid
rububiyyahnya dengan tauhid uluhiyahnya.
Dan terakhir, agar keimanan seseorang
sempurna, ia harus meyakini bahwa Muhammad saw. adalah utusan Allah
terakhir, yang ditugaskan untuk membawa risalah Allah ke muka bumi,
sekaligus sebagai penutup dari semua nabi dan penyempurna dari semua
agama yang pernah Allah turunkan ke muka bumi.
2. Merupakan intisari agama Islam
Intisari agama Islam ada dua, yakni mengajarkan ummatnya untuk senantiasa beribadah kepada Allah.
Allah swt berfirman dalam surat Adz-dzaariyat ayat 56 :
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." [51:56]
Dan yang kedua adalah, beribadah sesuai dengan yang diajarkan rasulullah saw.
Allah swt. berfirman dalam surat Al Ahzam ayat 21 :
"Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah." [33:21]
Firman Allah swt. dalam surat Ali Imran ayat 31 :
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni
dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [3:31]
3. Dasar-dasar perubahan total
Ummat Islam sedang hijrah menuju Madinah. Kaum muslimin di Madinah
tengah menanti kedatangan kaum muhajirin dari Mekkah. Sesampainya kaum
muhajirin di Mekkah, mereka disambut dengan sangat meriah dan diiringi
dengan berbagai qosidah yang dilantunkan banyak penyair. Setelah sampai
di Madinah, rasulullah mengutus untuk membangun sebuah masjid, kemudian
membuat perjanjian dengan kaum kafir, dan menyatukan kaum Muhajirin dan
Anshar yang telah bermusuhan selama berratus-ratus tahun. Seketika itu,
Yatsrib dirubah namanya menjadi Madinah. Dengan kekuatan ekonomi,
militer, dan pemerintahan Rasulullah yang berdasarkan pada keimanan dan
ukhuwah. Perubahan ini terjadi, setelah banyak kaum kafir masuk Islam.
Jelaslah bahwa kalimat syahadat merupakat dasar atau asas perubahan
total akan sebuah tatanan masyarakat, baik budaya, ekonomi, sosial dan
politik.
4. Hakekat Dakwah Para Rasul
Sejak nabi Adam as. hingga nabi
Muhammad saw, para nabi dan rasul diturunkan ke muka bumi untuk menyeru
manusia agar meng Esa kan Allah swt, dan menyembah kepadanya, serta
menjadi para rasul Allah sebagai uswah untuk mereka.
Allah swt. berfirman dalam surat Al A'raaf ayat 158 :
"Katakanlah: "Hai manusia
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang
mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah
kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada
Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia,
supaya kamu mendapat petunjuk". " [7:158]
Allahu'alamu bishshowaab..
sumber: muslimnegarawan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar