Masukkan Kode Menu Di Sini

Jumat, 30 November 2012

Hakekat Kedua Kalimat Syahadat

Syahadat sebagai rukun Islam yang pertama, adalah fondasi bagi tegaknya rukun-rukun agama lainnya. Sudah merupakan kewajiban setiap diri Muslim untuk senantiasa memahami bahwa syahadat yang diucapkan harus dilandasi pengetahuan, keyakinan, keikhlasan, pembenaran, kecintaan, penerimaan dan ketundukan. Dan kemudian juga menghindari hal-hal yang bertentangan dengannya, seperti kesyirikan, keingkaran dan lain sebagainya.

Lantas mengapa syahadat begitu penting dalam Islam?

1. Karena syahadat merupakan pintu masuk kedalam Islam

Seseorang dianggap telah masuk Islam jika ia telah mengucapkan kedua kalimat syahadat, yakni mengakui rububiyyah Allah, uluhiyah Allah, dan mengakui bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Tauhid Rububiyyah bermakna beri’tiqad  bahwa Allah swt. bersifat Esa, Pencipta, Pemelihara dan Tuhan seluruh alam.
Allah berfirman dalam Al Quran surat Al A'raaf ayat 172 :

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS 7:172)

Setelah seseorang meyakini bahwa Allah adalah Esa, maka selanjutnya ia juga harus meyakini bahwa hanya kepada Allah saja kita harus menyembah. Tauhid uluhiyah bermakna bahwa tiada sembahan yang sentiasa harus dipatuhi kecuali Allah swt. Tidak sempurna keimanan seseorang, jika ia tidak mengiringi tauhid rububiyyahnya dengan tauhid uluhiyahnya.

Dan terakhir, agar keimanan seseorang sempurna, ia harus meyakini bahwa Muhammad saw. adalah utusan Allah terakhir, yang ditugaskan untuk membawa risalah Allah ke muka bumi, sekaligus sebagai penutup dari semua nabi dan penyempurna dari semua agama yang pernah Allah turunkan ke muka bumi.

2. Merupakan intisari agama Islam

Intisari agama Islam ada dua, yakni mengajarkan ummatnya untuk senantiasa beribadah kepada Allah.
Allah swt berfirman dalam surat Adz-dzaariyat ayat 56 :

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." [51:56]

Dan yang kedua adalah, beribadah sesuai dengan yang diajarkan rasulullah saw.
Allah swt. berfirman dalam surat Al Ahzam ayat 21 :

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." [33:21]

Firman Allah swt. dalam surat Ali Imran ayat 31 :

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [3:31]

3. Dasar-dasar perubahan total

Ummat Islam sedang hijrah menuju Madinah. Kaum muslimin di Madinah tengah menanti kedatangan kaum muhajirin dari Mekkah. Sesampainya kaum muhajirin di Mekkah, mereka disambut dengan sangat meriah dan diiringi dengan berbagai qosidah yang dilantunkan banyak penyair. Setelah sampai di Madinah, rasulullah mengutus untuk membangun sebuah masjid, kemudian membuat perjanjian dengan kaum kafir, dan menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar yang telah bermusuhan selama berratus-ratus tahun. Seketika itu, Yatsrib dirubah namanya menjadi Madinah. Dengan kekuatan ekonomi, militer, dan pemerintahan Rasulullah yang berdasarkan pada keimanan dan ukhuwah. Perubahan ini terjadi, setelah banyak kaum kafir masuk Islam. Jelaslah bahwa kalimat syahadat merupakat dasar atau asas perubahan total akan sebuah tatanan masyarakat, baik budaya, ekonomi, sosial dan politik.
 
4. Hakekat Dakwah Para Rasul

Sejak nabi Adam as. hingga nabi Muhammad saw, para nabi dan rasul diturunkan ke muka bumi untuk menyeru manusia agar meng Esa kan Allah swt, dan menyembah kepadanya, serta menjadi para rasul Allah sebagai uswah untuk mereka.
 
Allah swt. berfirman dalam surat Al A'raaf ayat 158 :
 
"Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". " [7:158]
 
Allahu'alamu bishshowaab..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar